Sosiologi Olahraga dan Agama
BAB I
A. Latar belakang masalah
Dalam realita kehidupan sehari-hari banyak para atlet yang masih kurang peduli akan pegangan kehidupannya, mereka mengesampingkan ketaatannya pada allah swt dan lebih mementingkan porsi latihan yang diberikan oleh pelatih. Porsi latihan yang lama dan waktunya yang berbarengan dengan waktu ibadah, itu semua merupakan masalah yang harus segera dicari jalan kelaurnya.Ditinjau dari penampilan para atlet sekarang ini sungguh mencengangkan. Lihatlah dalam setiap even olahraga terutama wwanita, kebanyakan dari mereka memakai pakaian yang seperti tidak layak pakai. Agama merupakan pegangan hidup manusia untuk menjadi manusia yang sejahtera. Banyak sekali atlet yang mempercayai agama sebagai keyakinan yang membantunya dalam pertandingan. Tapi ketika atlet tersebut mengalami kekalahan tentu ia merasa kesal dan didalam hatinya pasti banyak yang mengeluh pada tuhan mereka dan menganggap tuhan itu tidak adil terhadapnya.
B. Tujuan dan Manfaat1. TujuanAdapun tujuan dari penulisan karya tulis ini adalah untuk membuka wawasan bagi para pembaca agar lebh mengenal hubungan antara olahraga dan agama.2. Manfaat
BAB III
Kesimpulan dan saran
A. Kesimpulan
Olahraga adalah aktivitas yang memiliki akar eksistensi ontologism sangat alami, yang dapat diamati sejak bayi dalam kandungan sampai dengan bentuk-bentuk gerakan terlatih. Olahraga kommpetitif adalah olahraga yang didalamnya dituntut untuk usaha keras dan kondisi prima sehingga yang layak menyandang the winner adalah orang “paling” (the best of all).Olahraga bersifat kompetitif apabila memiliki unsure-unsur sebagai berikut :· Adanya aturan baku yang mengatur aktifitas (olahraga)
B. Saran
Jika ada sesuatu yang tidak pas dengan keyakinan anda silakan anda cari kebenarannya dan kritiklah karya tulis ini dengan kritik yang membangun, karena masih banyak kesalahan-kesalahan yang tidak bisa terkoreksi karena keterbatasan informasi yang didapat penulis.
BAB IIOlahragaA. Akar Eksistensi Olahraga
AgamaApa itu agama? Mengartikan atau membuat definisi agama tidaklah mudah. Setiap orang berbeda pendapat dari satu dengan yang lainya. Kebanyakan mereka mendefinisikan agama sesuai pandanganya tentang kelebihan atau kekurangan agama yang dianutnya, atau dengan melihat bagian terpenting dari ajarannya. Imtaq.com akan mencoba mengulas definisi agama.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Agama merupakan sistem atau prinsip kepercayaan kepada Tuhan, atau juga disebut dengan nama Dewa atau nama lainnya dengan ajaran kebhaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan tersebut.Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar kata agama. Namun akan sedikit sulit mendefenisikan pengertian agama itu sendiri. Hal tersebut diakui sendiri oleh Mukti Ali, salah seorang pakar ilmu perbandingan agama di Indonesia yang mengatakan;“Barangkali tak ada kata yang paling sulit diberikan pengertian dan defenisi selain dari kata agama.”Menurut Mukti Ali, terdapat tiga argumentasi yang dapat dijadikan alasan dalam menanggapi statemen tersebut. Pertama karena pengalaman agama adalah soal batin dan subjektif. Kedua barangkali tidak ada orang yang begitu semangat dan emosional daripada membicarakan agama. Karena itu, membahas arti agama selalu dengan emosi yang kuat dan yang ketiga konsepsi tentang agama akan dipengaruhi oleh tujuan orang yang memberikan pengertian agama.Mohammad Natsir pernah mengatakan agama adalah hal yang disebut sebagaiproblem of ultimate concern, suatu problem kepentingan mutlak, yang berarti jika seseorang membicarakan soal agamanya maka ia tidak dapat tawar menawar. Namun begitu bukan berarti agama tidak dapat diberikan pengertian secara umum. Dalam memberikan defenisi tersebut, para ahli menempuh beberapa cara; Pertama dengan menggunakan analisis etimologis, yaitu menganalisis konsep bawaan dari kata agama atau kata lainnya yang digunakan dalam arti yang sama. Kedua, analisis deskriptif, menganalisis gejala atau fenomena kehidupan manusia secara nyata.Berbicara mengenai agama maka terdapat tiga padanan kata yang semakna dengannya yaitu religi, al-din dan agama. Walaupun sebagian pendapat ada yang mengatakan bahwa ketiganya berbeda satu sama lainnya seperti pendapat Sidi Gazalba dan Zainal Arifin Abbas yang mengatakan al-din lebih luas pengertiannya daripada religi dan agama. Agama dan religi hanya berisi hubungan manusia dengan Tuhan saja sedangkan al-din berisi hubungan manusia dengan Tuhan dan hubungan manusia dengan manusia. Sedangkan menurut Zainal Arifin Abbas, kata al-din (memakai awalan al-ta’rif) hanya ditujukan kepada Islam saja.Sedangkan pendapat yang mengatakan ketiga kata diatas mempunyai makna sama seperti pendapat Endang Saifuddin Anshari dan Faisal Ismail. Perbedaan hanya terletak pada segi bahasanya saja. Kemudian secara etimologis agama berasal dari bahasa sanskerta, masuk dalam perbendaharaan bahasa Melayu (nusantara) dibawa oleh agama Hindu dan Budha. Pendapat yang lebih ilmiah, agama berarti jalan. Maksudnya jalan hidup atau jalan yang harus ditempuh oleh manusia sepanjang hidupnya atau jalan yang menghubungkan antara sumber dan tujuan hidup manusia, atau jalan yang menunjukkan darimana, bagaimana dan hendak kemana hidup manusia di dunia ini.Religi berasal dari kata religie (bahasa Belanda) atau religion (bahasa Inggris), masuk dalam perbendaharaan bahasa Indonesia dibawa oleh orang-orang Barat yang menjajah bangsa Indonesia. Religi mempunyai pengertian sebagai keyakinan akan adanya kekuatan gaib yang suci, menentukan jalan hidup dan mempengaruhi kehidupan manusia yang dihadapi secara hati-hati dan diikuti jalan dan aturan serta norma-normanya dengan ketat agar tidak sampai menyimpang atau lepas dari kehendak jalan yang telah ditetapkan oleh kekuatan gaib suci tersebut.Din berasal dari bahasa Arab yang berarti undang-undang atau hukum yang harus ditunaikan oleh manusia dan mengabaikannya berarti hutang yang akan dituntut untuk ditunaikan dan akan mendapat hukuman atau balasan jika ditinggalkan.Dari etimologis ketiga kata di atas maka dapat diambil pengertian bahwa agama (religi,din): (1) merupakan jalan hidup yang harus ditempuh oleh manusia untuk mewujudkan kehidupan yang aman, tentram dan sejahtera; (2) bahwa jalan hidup tersebut berupa aturan, nilai atau norma yang mengatur kehidupan manusia yang dianggap sebagai kekuatan mutlak, gaib dan suci yang harus diikuti dan ditaati. (3) aturan tersebut ada, tumbuh dan berkembang bersama dengan tumbuh dan berkembangnya kehidupan manusia, masyarakat dan budaya.Secara terminologi dalam ensiklopedi Nasional Indonesia, agama diartikan aturan atau tata cara hidup manusia dengan hubungannya dengan tuhan dan sesamanya. Dalam al-Qur’an agama sering disebut dengan istilah din. Istilah ini merupakan istilah bawaan dari ajaran Islam sehingga mempunyai kandungan makna yang bersifat umum dan universal. Artinya konsep yang ada pada istilah din seharusnya mencakup makna-makna yang ada pada istilah agama dan religi.Konsep din dalam Al-Qur’an diantaranya terdapat pada surat Al-Maidah ayat 3 yang mengungkapkan konsep aturan, hukum atau perundang-undangan hidup yang harus dilaksanakan oleh manusia. Islam sebagai agama namun tidak semua agama itu Islam. Surat Al-Kafirun ayat 1-6 mengungkapkan tentang konsep ibadah manusia dan kepada siapa ibadah itu diperuntukkan. Dalam surat As-Syura ayat 13 mengungkapkan din sebagai sesuatu yang disyariatkan oleh Allah. Dalam surat As-Syura ayat 21 Din juga dikatakan sebagai sesuatu yang disyariatkan oleh yang dianggap Tuhan atau yang dipertuhankan selain Allah. Karena din dalam ayat tersebut adalah sesuatu yang disyariatkan, maka konsep din berkaitan dengan konsep syariat. Konsep syariat pada dasarnya adalah “jalan” yaitu jalan hidup manusia yang ditetapkan oleh Allah. Pengertian ini berkembang menjadi aturan atau undang-undang yang mengatur jalan kehidupan sebagaimana ditetapkan oleh Tuhan. Pada ayat lain, yakni di surat Ar-Rum ayat 30, konsep agama juga berkaitan dengan konsep fitrah, yaitu konsep yang berhubungan dengan penciptaan manusia.
Hubungan antara Agama dan OlahragaAtheis"Bagaimana mungkin saya kalah selagi Allah di pihak saya."Muhammad Ali
Orang-orang atheis berpendapat bahwa kepercayaan bahwa agama bisa berperan menentukan hasil pertandingan, sebagai khayalan belaka.
Tetapi sangat mungkin mengesampingkan isu apakah Tuhan ada atau tidak dan amati saja dampak keyakinan pada Tuhan terhadap kinerja.
Inilah yang dilakukan Jeong-keu Park dari Universitas Seoul pada tahun 2000 dengan mempelajari kinerja para atlet Korea Selatan. Dia mendapati bahwa doa bukan hanya faktor penting dalam mengatasi rasa grogi tetapi juga dalam mencapai kinerja puncak.
Satu kutipan salah seorang peserta dalam penelitian Park memperkuat temuan itu: "Saya selalu menyiapkan pertandingan dengan doa. Saya menyerahkan seluruhnya kepada Tuhan tanpa ragu. Doa membuat saya tenang dan lebih yakin dan saya melupakan ketakutan pada kekalahan. Hasilnya, permainan menjadi bagus."
Ini mirip dengan riset hebat tentang kekuatan keyakinan di dunia kesehatan.
Pada tahun 1960-an, serangkaian penelitian mendapati bahwa penyakit jantung lebih jarang dialami oleh masyarakat yang taat bergama. Penelitian berikutnya memperpanjang temuan ini, termasuk makalah tahun 1996 yang menemukan bahwa tingkat kematian di kalangan sekuler dua kali lebih tinggi dibanding kalangan yang taat beragama. Tampaknya, keyakinan agama bisa memberikan maanfaat kesehatan.
Pertanyaannya, bagaimana mungkin itu terjadi?
Kita bisa melihat jawabannya dalam salah satu misteri psikologi yang paling mengherankan; yaitu efek plasebo yang merupakan fenomena yang mengejutkan para dokter sejak Theodor Kocker yang melaksanakan 1.600 operasi tanpa bius di Bern, Swiss, pada tahun 1890-an.
Semua ini terkait dengan keyakinan pada keberadaan pertolongan Tuhan.
Hasil dari penelitian atlet Korea Selatan terulang berkali-kali, dan tidak hanya terjadi di satu-dua keyakinan agama.
Para atlet yakin Tuhan bisa membantu kinerja di lapangan olahraga.
Olah Raga tiada lain adalah sebuah permainan, walaupun demikian terbukti bahwa olah raga tak hanya dilihat dan dimengerti sebagai suatu permainan saja, akan tetapi juga dapat menjadi alat untuk menjalin hubungan bagi kemanusiaan dan persahabatan bagi masyarakat dunia, bahkan lebih jauh telah berkembang menjadi ilmu pengetahuan olah raga, yang dapat memutar roda ekonomi suatu negara melalui kegiatan industri olah raga, pariwisata, pendidikan, kesehatan, budaya, hiburan, teknologi informasi, dan lain-lain, yang dimana kegiatannya akan membuka peluang pekerjaan bagi miliaran ummat manusia di dunia .Selanjutnya apakah arti Permainan menurut Al Qur'an, berikut disampaikan firman Allah SWT dalam Q.S. Muhammad yang artinya sebagai berikut :36). Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau . Dan jika kamu beriman serta bertaqwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu . ( Q.S. Muhammad : 36 ) .
Dalam hitungan jam kedepan perhelatan Sepak Bola Piala Dunia akan dihelat, diperhitungkan akan banyak mata tertuju kepada kegiatan tersebut, jutaan atau bahkan mungkin milyaran mata akan melihatanya termasuk dari Negeri-negeri Muslim.Sepak Bola tidak dapat pungkiri merupakan olah raga paling populer di seluruh dunia mengungguli semua cabang olah raga lainnya. Sepak bola sesungguhnya dapat menguatkan dan mempertangkas diri, namun sepakbola modren telah menjadi industri yang berputar didalamnya uang yang sangat banyak, terjadinya fanatik kepada klub sepakbola yang sering menimbulkan kerusuhan dan bahkan sepakbola telah dijadikan ajang taruhan.Mengingat semua hal tersebut Syaikh Masyhur bin Hasan Alu Salman mengulas permasalahan tersebut dengan bahasan yang cukup panjang dan detil menurut syari’at Islam. Simak ebook ini dan InsyaAllah kita akan menemukan pelajaran yang sangat berharga.